Sukabumi – Malam itu, langit Cikidang seakan ikut berduka. Sekitar pukul 23.00 WIB, 07/9 2025, jenazah almarhum Heri Wibawa, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Cikirai, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, tiba di tanah kelahirannya. Ia berpulang secara mendadak akibat sakit saat menjalankan tugasnya di Korea Selatan. Kepulangannya menjadi momen haru yang menyatukan simpati dan kepedulian dari berbagai lapisan masyarakat.
Dalam suasana yang penuh keheningan dan doa, tokoh muda Sukabumi, Iman Adinugraha, turut menyampaikan belasungkawa secara langsung melalui kiriman karangan bunga ke rumah duka. Sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Komisi VII, sekaligus Anggota Badan Sosialisasi MPR RI dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi, Iman hadir bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi sebagai anak daerah yang memahami betul makna kehilangan dan pentingnya solidaritas.
Dalam pernyataannya, Iman menyampaikan apresiasi yang tulus dan mendalam kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), atas perhatian dan fasilitasi penuh terhadap proses pemulangan jenazah almarhum dari Korea Selatan hingga tiba di kampung halaman.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, atas perhatian dan fasilitasi penuh terhadap kepulangan jenazah almarhum Heri Wibawa. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang hadir di saat rakyat membutuhkan,” ujar Iman dengan penuh haru.
Tak berhenti di situ, Iman juga menyampaikan penghargaan kepada Bupati Sukabumi, jajaran Muspika Kecamatan Cikidang, serta Pemerintah Desa Cikirai yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa dalam mengawal proses kepulangan jenazah dengan tanggung jawab dan ketulusan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sukabumi, Muspika Kecamatan Cikidang, dan Pemerintah Desa Cikirai atas perhatian dan dukungan yang luar biasa. Kehadiran mereka di tengah keluarga almarhum adalah bukti nyata semangat Sukabumi Mubarokah, nilai kemanusiaan dan solidaritas yang hidup di tengah masyarakat kita,” tambahnya.
Kepulangan almarhum Heri Wibawa bukan sekadar peristiwa keluarga. Ia adalah pengingat yang sunyi namun kuat, bahwa para pekerja migran Indonesia adalah pahlawan yang berjuang jauh dari tanah air demi harapan keluarga dan masa depan bangsa. Mereka layak mendapatkan perlindungan, perhatian, dan penghormatan yang setara dengan jasa yang mereka berikan.
Di penghujung pernyataannya, Iman Adinugraha menutup dengan doa yang menyentuh hati, mengiringi kepergian almarhum dengan harapan akan kedamaian abadi.
“Semoga almarhum Heri Wibawa mendapatkan Husnul Khotimah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Dan semoga kepedulian seperti ini terus menjadi budaya kita dalam merawat kemanusiaan,” tutup Iman.















