Aa Ulil dan Kelinci Kesayangannya: Belajar Empati dari Halaman Rumah

Sukabumimubarokah

banner 468x60

SUKABUMI — Di tengah riuhnya dunia digital dan permainan gawai, kebahagiaan sederhana justru tumbuh di sudut teduh Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak. Aa Ulil, bocah lima tahun yang ceria, menemukan dunia yang penuh makna lewat hewan peliharaan. Salah satu yang paling ia cintai adalah kelinci putih kesayangannya.

Pada Senin, 15 September 2025, di halaman rumah yang rindang, Ulil tampak asyik bermain bersama kelincinya. Dengan mata berbinar dan senyum polos, ia menyebut kelinci sebagai “teman main yang lembut dan nggak pernah marah.”

banner 336x280

“Kelencinya suka lompat-lompat. Kalau saya kasih wortel, dia langsung datang, dia ga pernah marah heheh,” ujar Ulil sambil memeluk kelincinya dengan penuh kasih.

Menurut orang tuanya, kecintaan Ulil terhadap hewan peliharaan sudah terlihat sejak usia tiga tahun. Selain kelinci, ia juga senang bermain dengan ayam kampung dan kucing tetangga.

“Ulil itu anak yang penyayang. Kalau lihat hewan, dia langsung ingin menyapa dan memberi makan,” kata sang ibu.

Kebiasaan ini tak hanya membuat Ulil ceria, tapi juga membentuk karakter empatinya sejak dini. Ia belajar merawat, memberi makan, dan memahami perilaku hewan secara alami.

“Kalau kelincinya tidur, Ulil nggak ganggu. Dia bilang, ‘biar istirahat dulu’,” tambah sang ibu sambil tersenyum.

Bagi keluarga Ulil, hewan peliharaan bukan sekadar hiburan, tapi juga media pembelajaran karakter. Di tengah arus modernisasi, mereka percaya bahwa interaksi anak dengan alam dan makhluk hidup adalah bagian penting dari tumbuh kembang yang sehat, berbudaya, dan penuh berkah.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed