Asep Japar & Menko PM: Strategi Baru Bangkitkan Sukabumi dari Bencana

Sukabumimubarokah

banner 468x60

Sukabumimubarokah.id, Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, menjadi saksi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, A. Muhaimin Iskandar, bersama Bupati Sukabumi H. Asep Japar dan Wakil Bupati H. Andreas, Kamis (27/11/2025). Agenda ini difokuskan pada percepatan pemulihan pascabencana sekaligus pembangunan ketahanan masyarakat melalui skema Perlindungan Sosial Adaptif (PSA).

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan penanganan bagi warga terdampak longsor di Cisolok. Sedikitnya 10 unit rumah di Desa Sukarame dan 5 rumah di Desa Wangunsari akan segera dibangun untuk menggantikan hunian warga yang rusak.

banner 336x280

Menko Muhaimin menegaskan bahwa pemerintah kini mengadopsi pendekatan PSA sebagai fondasi baru dalam mitigasi, penanganan, dan pemulihan bencana.

“Pelindungan Sosial Adaptif ini adalah antisipasi komprehensif yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, instansi, dan masyarakat untuk mendeteksi kerawanan bencana sejak dini,” ujarnya.

Ia optimis cakupan PSA akan terus diperluas, termasuk peningkatan manfaat bantuan sosial bagi daerah terdampak.

“PSA memastikan semua kebutuhan tertangani, mulai dari perlindungan sosial, identitas kependudukan, hingga bantuan iuran dan layanan lainnya,” ucapnya.

Menko juga menekankan pentingnya pendataan administrasi kependudukan. Sebanyak 202 keluarga terdampak bencana diketahui belum memiliki dokumen kependudukan, padahal Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi syarat utama untuk mengakses bantuan sosial, jaminan kesehatan, dan dukungan pemulihan ekonomi.

“Perlindungan sosial adaptif harus benar-benar mendorong antisipasi dan penanggulangan masalah yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar menambahkan bahwa pembangunan rumah bagi korban longsor mendapat dukungan DPR RI dan sejumlah pihak perbankan.

“Ini bentuk solidaritas dan kegotongroyongan. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.

Ia menargetkan pembangunan rumah selesai dalam waktu singkat.

“Insya Allah dalam waktu satu sampai dua bulan pembangunan rumah ini bisa selesai,” pungkasnya.

Kunjungan kerja tersebut juga diwarnai aksi simbolis penanaman bibit pohon mahoni dan sengon, peletakan batu pertama pembangunan rumah, serta penyerahan bantuan. Paket bantuan mencakup pembangunan 15 rumah lengkap dengan listrik dan air bersih, renovasi 38 rumah, perbaikan akses jalan, 769 bronjong, 1.000 paket sembako, serta bibit pohon untuk penghijauan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed