Sukabumimubarokah.id, 11 Maret 2026 — Memperingati Hari Supersemar, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko A.Pi., M.P., menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Sukabumi, khususnya pelaku usaha kelautan dan perikanan yang terus menjaga semangat pengabdian dan keberkahan laut.
“Supersemar adalah simbol amanah dan transisi kepemimpinan yang penuh tanggung jawab. Di sektor perikanan, kita pun dituntut menjaga keberlanjutan, keadilan, dan semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Itulah semangat Sukabumi Mubarokah,” ujarnya.
Sri Padmoko menekankan bahwa laut bukan hanya sumber ekonomi, melainkan juga ladang pengabdian. Ketika pengelolaan perikanan dilakukan dengan niat baik dan semangat kebangsaan, keberkahan akan hadir di setiap dermaga, kolam budidaya, dan meja makan masyarakat.
Ia mengajak seluruh jajaran Dinas Perikanan dan masyarakat pesisir menjadikan Hari Supersemar sebagai momentum memperkuat integritas, semangat nasionalisme, dan pelayanan publik yang berpihak pada rakyat.
“Mari kita jaga laut dengan semangat patriotik. Karena keberkahan hadir ketika kita bekerja dengan disiplin, cinta tanah air, dan komitmen untuk melayani. Semangat Sukabumi Mubarokah harus menjadi pedoman kita dalam setiap langkah,” tutupnya.
Sejarah Supersemar
Supersemar, atau Surat Perintah Sebelas Maret 1966, adalah dokumen bersejarah ketika Presiden Soekarno memberikan mandat kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu demi menjaga keamanan dan ketertiban negara. Peristiwa ini menjadi tonggak transisi penting dalam sejarah Indonesia, menandai pergeseran kepemimpinan dan arah politik bangsa. Bagi Dinas Perikanan Sukabumi, semangat Supersemar bukan sekadar catatan sejarah, melainkan pengingat bahwa kepemimpinan harus dijalankan dengan amanah, keberanian, dan pengabdian berkelanjutan—sejalan dengan visi Sukabumi Mubarokah, yaitu menjaga laut sebagai sumber kehidupan, keberkahan, dan pengabdian untuk negeri.















