Di momen penutupan, Anggota DPR RI Iman Adinugraha tampil dengan apresiasi penuh untuk semua pihak yang terlibat.
“Terima kasih wakil bupati Sukabumi yang sudah menutup Festival layang-layang. Semoga agenda ini bisa menjadi event tahunan guna menarik wisatawan ke Sukabumi terutama wisata laut. Terima kasih pemuda BLADES yang sudah sukses menyelenggarakan acara dan selamat untuk para juara,” ucap Iman Adinugraha.
Iman juga mengangkat kembali sejarah komunitas BLADES yang kini bangkit dan makin relevan di era digital.
“Blades itu sudah ada sejak saya kecil, dulu Blades ini di Palabuhanratu yang menghidupkan olahraga, seni, dan budaya. Nah sekarang berkumpul lagi dan hidup lagi,” ucapnya. “Alhamdulillah saya dorong Blades ini dapat bantuan dari kementerian 200 juta,” tambahnya.
Nggak cuma soal langit dan layangan, Iman juga menyoroti pentingnya dukungan nyata buat pelaku UMKM lokal agar mereka punya tempat usaha yang layak.
“Saya tadi sudah bicara dengan Pak Wabup kalau bisa pemerintah daerah menyiapkan tempat berjualan untuk UMKM, tidak harus megah… Ada UMKM Abon ikan, Kripik, Cireng, dan lainnya… kadang-kadang mereka itu nggak punya tempat jualan,” terangnya.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, yang hadir langsung di lokasi, menyambut semangat ini sebagai momentum strategis buat Palabuhanratu sebagai pusat wisata dan budaya.
“Palabuhanratu itu harus berkembang, harus maju… Apalagi ini juga kota pariwisata, maka wisatanya, pariwisatanya harus kita bikin enak… Potensinya sangat luar biasa bahkan ada selancar internasional,” tegasnya. “InshaAllah tahun depan akan menjadi di mana Blades Sukabumi ini masuk dalam event rutinan tiap tahun,” harapnya.
Dari Muara Citepus, Sukabumi nggak cuma nostalgia—tapi juga nyusun masa depan. Layangan jadi simbol arah baru, BLADES jadi motor kebangkitan, dan semangat Sukabumi Mubarokah terus melaju—dari langit penuh warna sampai tanah penuh harapan.















