Spanduk Protes Terpasang di Rumah Retak, Warga Gempol Sukabumi Desak Relokasi

Sukabumimubarokah

INFO BENCANA54 Views
banner 468x60

sukabumimubarokah.id, Sukabumi — Aksi protes warga Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kian terbuka. Puluhan warga memasang spanduk bernada keras di depan rumah mereka yang rusak parah akibat pergerakan tanah.

Spanduk tersebut terpasang mencolok di depan sebuah rumah bercat hijau tua yang dipenuhi retakan. Kalimat yang tertulis pun menggugah nurani,

banner 336x280

“Kapan Kami Direlokasi? Apa Nunggu yang Mati Dulu?”

menjadi luapan kekecewaan warga atas ketidakpastian penanganan pascabencana.
Hasim, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Posko Bencana Kampung Gempol tahun 2024, menyatakan bahwa kondisi warga saat ini sangat memprihatinkan.

Menurutnya, sejak bencana terjadi, janji relokasi belum juga terwujud hingga akhir 2025.

“Rumah-rumah ini sudah tidak aman. Retakan makin lebar, apalagi kalau hujan. Warga bertahan bukan karena mau, tapi karena tidak ada pilihan,” ujar Hasim saat ditemui di lokasi, Sabtu (20/12/2025).

Puluhan kepala keluarga masih menghuni bangunan yang secara kasat mata telah mengalami kerusakan struktural. Dinding, lantai, hingga tiang rumah menunjukkan tanda tanda pergeseran tanah yang terus berlanjut dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.

Hasim juga mengungkapkan bahwa sebagian warga sempat mengungsi dan dijanjikan bantuan biaya sewa rumah. Namun bantuan tersebut dinilai tidak berjalan maksimal, sehingga banyak warga akhirnya kembali ke rumah yang sudah dinyatakan rawan.

“Biaya kontrakan tidak sanggup ditanggung lama lama. Kalau tidak ada kejelasan bantuan atau relokasi, warga terpaksa kembali meski risikonya besar,” katanya.

Rasa cemas terus menghantui warga, terutama saat malam hari dan ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Warga khawatir bencana susulan bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan.

Pemasangan spanduk ini menjadi sinyal keras agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan dengan langkah konkret.

Warga menegaskan tidak ingin penanganan baru dilakukan setelah jatuh korban jiwa.
Hingga saat ini, masyarakat Kampung Gempol masih menunggu kepastian lokasi relokasi maupun solusi hunian sementara yang aman dan layak, demi menghindari tragedi kemanusiaan di kemudian hari.

Nanan apon

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed