BRIN dan Dinas Perikanan Sukabumi Diskusi Soal Sidat, Begini Harapannya!

Perikanan5 Views
banner 468x60

Sukabumi  – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Budidaya Air Tawar telah melakukan kunjungan inisiasi kerja sama dan diskusi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi pada Selasa, 21 April 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Diskusi Dinas Perikanan Sukabumi mulai pukul 13.00 WIB.

Agenda utama pertemuan adalah membahas pengendalian penyakit ikan sidat serta membuka peluang kolaborasi penelitian skala lapang di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program riset Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi untuk Hilirisasi Sumberdaya Akuatik yang dijalankan BRIN tahun 2026.

banner 336x280

Tim peneliti BRIN yang hadir dipimpin oleh Dr. Sutanti, S.Pi., M.Si., bersama tiga anggota lainnya yaitu drh. Handang Widantara, M. Biotech., Yohanes Pamungkas Bawono, S.Pi., M.Sc., dan Ekky Ilham Romadhona, S.Pi.

Kepala Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN, Dr. rer. nat. Fahrurrozi, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal kerja sama riset berkelanjutan antara BRIN dan Dinas Perikanan Sukabumi. “Kami berharap diskusi ini dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan budidaya ikan sidat yang memiliki potensi besar di Pelabuhan Ratu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menegaskan pentingnya kerja sama ini untuk mengatasi tantangan budidaya sidat. “Dinas Perikanan bekerjasama dengan BRIN untuk pengembangan sidat, khususnya dalam mengatasi kesulitan budidaya sidat di fase glass eel ke elver,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa tingkat kelangsungan hidup benih sidat dari hasil tangkapan hingga mencapai ukuran elver selama ini hanya sekitar 30 persen. “Sampai sekarang perusahaan besar pembesaran sidat pun banyak yang tutup karena gagal,” jelasnya.

Sebagai solusi, inovasi yang ditawarkan adalah pemberian vaksin pada benih sidat agar tingkat kelangsungan hidupnya meningkat. “Inovasinya adalah pemberian vaksin benih sidat agar kelangsungan hidupnya meningkat,” terangnya.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan budidaya sidat di Sukabumi dapat berkembang lebih baik dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang riset yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia perikanan nasional.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed