Di Sukabumi, Sekolah Rusak, Relokasi Gagal: Masa Depan Siswa Gempol Terancam

Sukabumimubarokah

News, Pendidikan334 Views
banner 468x60

Sukabumi – Di tengah kerusakan parah bangunan sekolah akibat bencana, para guru dan siswa di Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar di lokasi yang semestinya sudah tidak layak digunakan. Keputusan ini bukanlah pilihan ideal, melainkan bentuk keputusasaan karena belum adanya solusi nyata dari pemerintah terkait relokasi fasilitas pendidikan, Senin 08 September 2025.

Kondisi ini diungkapkan oleh Lela Helmiah, guru RA sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Barokah. Ia menjelaskan bahwa selama tiga bulan terakhir, kegiatan belajar sempat dipindahkan ke tenda darurat. Namun, tenda tersebut kerap ambruk diterpa hujan dan angin, sementara tidak ada tindak lanjut dari pihak berwenang.

banner 336x280

“Kenapa kami kembali ke sini? Karena memang tidak ada solusi. Pemerintah hanya fokus relokasi warga, sementara untuk sekolah tidak ada kejelasan. Padahal anak-anak butuh tempat belajar yang aman. Kalau begini terus, siswa bisa semakin berkurang,” ungkap Lela dengan nada kecewa.

Lela juga menuturkan bahwa pihaknya telah berupaya mencari bantuan hingga ke Bandung dengan menemui anggota dewan. Namun, semua usaha berakhir tanpa hasil.

“Sampai nginep di kursi pejabat pun tidak ada respon. Kami benar-benar dibiarkan berjuang sendiri,” katanya.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Usup Supriatman, guru lainnya yang mengaku hidup dalam ketakutan setiap kali masuk kelas. Ia menyebutkan bahwa atap bangunan sudah beberapa kali runtuh, dan keselamatan siswa menjadi taruhan setiap hari.

“Kalau hujan, kami deg-degan. Murid sering kami suruh keluar kelas. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain. Tidak ada solusi dari pemerintah, sementara kontrak rumah pun harus bayar sendiri,” jelasnya.

Situasi ini menempatkan para guru, santri, dan siswa dalam dilema yang menyakitkan. Di satu sisi, mereka sadar bahwa bangunan sekolah bisa ambruk sewaktu-waktu. Di sisi lain, mereka tidak memiliki alternatif tempat belajar yang lebih aman.

“Harapan kami hanya satu, segera ada bangunan baru. Jangan sampai anak-anak kami terus belajar di bawah ancaman maut,” tegas Lela.

Kini, warga Kampung Gempol bersuara lantang, menuntut pemerintah untuk segera memberikan langkah konkret. Mereka tidak lagi berharap pada janji relokasi yang tak kunjung nyata, melainkan pada tindakan nyata yang menjamin keselamatan dan masa depan anak-anak mereka.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed