SukabumiMubarokah.id, – Aktivitas wisata air di Pantai Buffalo, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi kepanikan setelah terjadi kecelakaan jetski yang melibatkan dua orang wisatawan, Senin (5/1/2026).
Peristiwa tersebut menyita perhatian publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial.
Dalam tayangan yang viral, terlihat suasana di pesisir pantai mendadak ricuh. Sejumlah pengunjung dan warga setempat tampak berupaya mengevakuasi dua korban yang tergeletak lemah di area pantai.
Proses pengangkutan dilakukan secara darurat menggunakan kendaraan seadanya untuk mempercepat penanganan medis.
Kedua korban, masing-masing seorang pria dan seorang perempuan, dilaporkan mengalami cedera cukup serius akibat insiden tersebut.
Kondisi keduanya terlihat tidak sadarkan diri saat berhasil dibawa ke daratan.
Salah seorang saksi di lokasi, Ujang (35),
mengatakan kejadian itu berlangsung tiba-tiba dan membuat pengunjung panik.
Menurutnya, warga langsung mengambil inisiatif membawa korban ke rumah sakit karena tidak melihat adanya penanganan cepat di lokasi kejadian.
“Orang-orang langsung ramai. Dua korban diangkat ke darat, kondisinya lemas dan tidak sadar.
Warga tidak berani menunggu lama, langsung dibawa ke rumah sakit karena kondisinya terlihat berat,” ungkapnya.
Kedua korban kemudian dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dari informasi awal yang dihimpun di rumah sakit, salah satu korban pria diduga merupakan warga negara asing.
Hingga Senin sore, kedua korban masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan belum dapat dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya insiden tersebut.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Sukabumi, AKP Dadi, menyatakan anggotanya telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
“Anggota sudah berada di lapangan dan sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” ujarnya singkat.
Peristiwa ini kembali menyoroti aspek keselamatan wahana wisata air di kawasan Palabuhanratu, terutama terkait pengawasan, prosedur operasional, serta kesiapsiagaan penanganan darurat di lokasi wisata.













