Sukabumimubarokah.idSukabumi — Sosok Abah Al-Jihad mendadak menjadi buah bibir masyarakat Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Ia disebut sebagai keturunan ke-33 dari Eyang Pati Hurip Curug Larangan, tokoh yang melegenda di kawasan tersebut. Kehadirannya di sebuah saung sederhana dekat Jembatan Kuning, Bagbagan, menarik perhatian warga yang datang bersilaturahmi maupun berkonsultasi.
Perjalanan Misterius Abah Al-Jihad
Abah Al-Jihad dikenal memiliki perjalanan hidup yang unik. Ia kerap berpindah mengikuti petunjuk yang diyakininya, dari Cirebon, Karangbolong, Gunung Salak, hingga Sukabumi selatan. Meski begitu, ia menegaskan tidak pernah menunjukkan hal-hal yang bersifat kesaktian.
“Kalau ditanya begitu, saya tidak bisa mengungkap, Abah,” ujarnya singkat, Jumat (27/03/2026).
Baginya, perpindahan hanyalah bagian dari perjalanan hidup yang dijalani dengan kesederhanaan.
“Saya tidak pernah ke mana-mana, paling saya tinggal di sini,” tambahnya.
Menolong Hanya Saat Kepepet
Dalam kesempatan itu, Abah Al-Jihad menyampaikan bahwa dirinya tetap berusaha membantu masyarakat, namun hanya dalam kondisi tertentu.
“Cuma satu, saya bisa menolong, tapi yang kepepet,” katanya.
Respon Warga
Supriyadi, warga Kampung Mariuk, membenarkan keberadaan Abah Al-Jihad di sekitar Jembatan Kuning Bagbagan. Menurutnya, banyak warga datang untuk bertemu langsung atau berkonsultasi. Lokasi keberadaan Abah Al-Jihad disebut berada di Kampung Mariuk RT 03/RW 02, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, tepat di pinggir aliran Sungai Cimandiri. Kehadirannya kini menjadi perhatian sekaligus perbincangan hangat masyarakat.















