Legislator Partai Gerindra Kawal Sekolah Rakyat Sigi, Dorong Pemenuhan Guru dan Pastikan Tepat Sasaran

News19 Views
banner 468x60

SIGI – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola, menegaskan pentingnya memastikan Program Sekolah Rakyat benar-benar menyentuh anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Tak hanya soal pembangunan gedung, keberhasilan program tersebut juga harus ditopang tenaga pendidik yang cukup dan berkualitas, ” kata Longki saat melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 22 Sigi, Sulawesi Tengah Selasa 25/8.

banner 336x280

Dalam kunjungan tersebut, Kader dari Partai Gerindra pimpinan Presiden Prabowo ini melihat langsung kegiatan pembelajaran dan kondisi para siswa yang sementara masih menggunakan fasilitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kementerian Sosial.

“Nantinya, para siswa akan menempati kompleks Sekolah Rakyat permanen yang saat ini tengah dibangun di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, ” jelasnya.

Mantan Gubernur Sulawesi Tengah ini juga mengatakan, turun langsung ke lapangan menjadi bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota DPR RI sekaligus kader Partai Gerindra. Pengawasan diperlukan untuk memastikan program yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Ini merupakan tugas dan kewajiban kami sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus sebagai kader Gerindra. Kami harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo betul-betul tepat sasaran kepada masyarakat yang memang layak menerimanya,” ujar Longki.

Menurut Longki, Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini menghadapi hambatan ekonomi. Program tersebut diharapkan dapat menjadi jalan bagi mereka untuk tetap bersekolah sekaligus menekan angka putus sekolah.

“Program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo harus betul-betul tepat sasaran. Jangan sampai masih ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena persoalan ekonomi. Dengan adanya Sekolah Rakyat, kita berharap tidak ada lagi alasan anak tidak bisa sekolah karena tidak mampu,” tegasnya.

Longki menilai kondisi ekonomi keluarga tidak semestinya menentukan masa depan pendidikan seorang anak. Karena itu, pemerintah perlu hadir melalui kebijakan yang mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat bukan semata diukur dari berdirinya gedung atau banyaknya peserta didik yang dapat ditampung.

“Kualitas pembelajaran, sarana pendukung, mekanisme penerimaan siswa hingga ketersediaan guru juga harus mendapatkan perhatian, ” terangnya.

Ditargetkan Tampung 2.000 Siswa

Wakil Kepala Sekolah Rakyat Sigi, Azizah Nur Isnaeni, menjelaskan kompleks Sekolah Rakyat permanen di Desa Pombewe ditargetkan mampu menampung hingga 2.000 peserta didik.

Mereka akan berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Saat ini, proses rekrutmen peserta didik untuk ketiga jenjang tersebut masih berlangsung.

“Target Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Pombewe, sebanyak 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera selesai. Program ini sangat membantu dan kami melihat Sekolah Rakyat dapat mengurangi angka anak putus sekolah,” jelas Azizah.

Azizah juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan.

Penyelesaian kompleks permanen di Desa Pombewe pun diharapkan dapat memperkuat proses belajar mengajar dengan dukungan fasilitas dan sarana pendidikan yang lebih memadai.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed