Menembus Ombak Sungai Musi, Mengantar Makanan Bergizi, untuk Anak Negeri

sukabumimubarokah.id

MBG, News36 Views
banner 468x60

Palembang – Perjalanan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak selalu mudah. Di wilayah Gandus, Palembang, sebagian makanan bergizi untuk anak-anak harus menempuh jalur sungai menggunakan perahu kecil, menyusuri arus Sungai Musi serta melewati jalan tanah yang berlumpur dan rusak.

Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gandus setiap hari menghadapi medan yang tidak ringan demi memastikan makanan bergizi sampai ke tangan para penerima manfaat.

banner 336x280

Kepala SPPG Gandus, Deni Rahmadi Putra, menjelaskan dapur MBG yang dipimpinnya telah beroperasi sejak 23 September 2025 dan hingga kini melayani sekitar 3.022 penerima manfaat.

Sebagian penerima manfaat berada di wilayah yang hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai. “Terdapat tiga sekolah yang harus kami layani melalui jalur sungai, yaitu SD 153, SD 152, dan SD 154. Selain itu juga ada posyandu di wilayah seberang,” ujarnya saat ditemui di Dermaga Sungai Musi, Palembang, belum lama ini.

Untuk menjangkau wilayah tersebut, makanan bergizi harus diangkut menggunakan perahu atau getek menyusuri Sungai Musi. Namun perjalanan ini tidak selalu mudah. Saat air pasang, ombak sungai sering kali cukup kuat sehingga memengaruhi stabilitas ompreng atau wadah makanan yang dibawa di atas perahu.

Tantangan juga datang dari akses menuju dermaga yang masih berupa jalan tanah. Saat hujan turun, jalan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan. “Kalau baru saja hujan, jalannya pasti licin dan kendaraan sering kesulitan melintas,” kata Deni.

Meski demikian, tim SPPG Gandus tetap memastikan distribusi berjalan setiap hari. Menurut Deni, pekerjaan ini bukan sekadar aktivitas pengantaran makanan.

“Kami merasakan ini bukan hanya sebuah pekerjaan, melainkan sebuah arti. Arti kepedulian terhadap anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan seluruh penerima manfaat,” ungkapnya.

Dalam proses distribusi melalui sungai, SPPG Gandus juga melibatkan warga setempat sebagai pengemudi perahu. Salah satunya adalah Rizal Efendi, warga Selat Punai, Kecamatan Gandus, yang setiap hari mengantar makanan MBG ke sekolah-sekolah di seberang sungai.

Rizal mengaku mulai membantu distribusi MBG sejak sekitar September dan menjalankannya setiap hari kerja. “Dengan adanya MBG ini saya merasa terbantu, karena ada tambahan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Rizal.

Selain memberikan tambahan penghasilan bagi warga yang terlibat dalam distribusi, program ini juga dirasakan langsung manfaatnya oleh keluarga Rizal. Anak-anaknya yang masih bersekolah kini juga menerima makanan bergizi di sekolah.

“Menurut saya program ini bagus, karena banyak membantu. Anak-anak juga terbantu karena dapat makan di sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak adanya program MBG, pengeluaran jajan anak-anaknya juga berkurang karena mereka sudah kenyang dari makanan yang disediakan di sekolah. “Biasanya anak bisa jajan sampai sepuluh ribu, sekarang mungkin sekitar lima ribu saja karena sudah kenyang,” tuturnya.

Bagi para petugas di lapangan, perjalanan distribusi boleh berat dan akses boleh terbatas. Namun komitmen untuk memastikan gizi sampai kepada anak-anak Indonesia tidak pernah surut.

Di setiap ayunan perahu yang menembus arus Sungai Musi dan setiap langkah di jalan berlumpur, ada harapan anak-anak yang menunggu. Program MBG menjadi bukti bahwa upaya pemenuhan gizi terus diupayakan hingga ke wilayah yang paling sulit dijangkau.

“Kami berharap SPPG Gandus dapat terus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” kata Deni.

Bagi para petugas di lapangan, selama masih ada anak yang menunggu, perjalanan ini akan terus dilanjutkan—menembus sungai, melewati jalan rusak, dan memastikan setiap anak, di mana pun mereka berada, mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh sehat dan kuat.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed