Sukabumimubarokah.id,- Jakarta – Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan pimpinan ormas Islam, ulama, dan pimpinan pondok pesantren di Istana Kepresidenan, Jakarta, bertujuan untuk menyerap masukan dari berbagai elemen umat Islam, termasuk terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda rutin Presiden Prabowo yang telah beberapa kali dilakukan sebelumnya.
“Agenda Bapak Presiden hari ini melakukan pertemuan, diskusi dengan tokoh-tokoh ormas, tokoh-tokoh muslim dan tokoh-tokoh pondok pesantren. Ini adalah pertemuan yang sebenarnya rutin, beberapa waktu yang lalu juga pernah dilakukan oleh Bapak Presiden,” kata Prasetyo Hadi, Selasa (3/2).
Ia menambahkan, pertemuan kali ini merupakan lanjutan dari dialog-dialog sebelumnya yang dilakukan Presiden, baik secara terbuka maupun tertutup, sebagai bagian dari komunikasi berkelanjutan dengan berbagai elemen masyarakat.
“Presiden selalu menjadikan forum-forum diskusi sebagai media untuk mendapatkan masukan masukan dari para tokoh-tokoh,” ungkap Mensesneg. Prasetyo menegaskan, Presiden Prabowo secara konsisten membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.
Terkait adanya perbedaan pandangan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, Prasetyo menilai hal tersebut bukan merupakan bentuk penolakan, melainkan akibat belum tersampaikannya informasi secara menyeluruh.
“Bukan resistensi, mungkin masih ada perbedaan pandangan yang mungkin itu karena belum tersampaikan secara utuh apa yang melandasi keputusan dari Bapak Presiden dan keputusan pemerintah termasuk disitu kan ada poin-poin apa namanya yang diatur di dalam Board of peace yang itu juga menjadikan perkembangan yang barangkali ini belum tersampaikan secara utuh,” jelasnya.
Ia berharap, pertemuan tersebut dapat menjadi jembatan komunikasi agar kebijakan pemerintah dapat dipahami secara lebih komprehensif oleh seluruh pihak. “Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari yang memungkinkan untuk Bapak Presiden bisa jadi menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan ini semua bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prasetyo kembali menekankan bahwa Presiden Prabowo memiliki tradisi untuk mendengarkan pertimbangan para tokoh sebelum mengambil keputusan strategis.
“Kalau masukan itu di pertemuan siang hari ini kan jadi. Sekali lagi yang kami sampaikan, komunikasi kan tidak hanya yang formal seperti siang hari ini. Bapak Presiden Prabowo kan beliau selalu itu cara beliau mengambil keputusan biasanya beliau meminta pertimbangan beberapa tokoh-tokoh tersebut,” ucapnya.










