SukabumiMubarokah.Id,- Sukabumi- Jembatan Kuning Bagbagan yang melintang di atas Sungai Cimandiri, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, tak hanya dikenal sebagai peninggalan sejarah era kolonial Belanda. Di balik struktur besi tua yang masih berdiri kokoh itu, tersimpan kisah kisah mistis yang dipercaya turun temurun oleh warga setempat.
Salah satu cerita yang paling sering diperbincangkan adalah keberadaan sosok gaib yang dikenal dengan sebutan “Jurig Merah”, makhluk berwarna merah menyala yang diyakini kerap menampakkan diri di sekitar tiang utama jembatan.”Ungkap
Sesepuh Bagbagan Mariuk, Edem Barong (55),
menuturkan bahwa kisah tersebut sudah ia dengar sejak kecil dari para leluhurnya. Cerita itu diwariskan dari generasi ke generasi dan hingga kini masih diyakini oleh sebagian masyarakat.
“Cerita itu sudah lama sekali. Saya dapatnya dari kakek dan buyut. Dari dulu memang sering diceritakan kalau di jembatan itu ada makhluk yang suka memperlihatkan diri,” ujar Edem Barong saat ditemui, Minggu (25/1/2026).
Menurut Edem, penampakan Jurig Merah kerap muncul di sekitar tiang jembatan yang berada tepat di tengah aliran Sungai Cimandiri, khususnya pada bagian kolong jembatan yang airnya keruh dan berarus tenang.
“Lokasinya di tiang yang tinggi, di tengah sungai. Banyak yang bilang sering terlihat di situ, terutama malam hari,” tuturnya.
Edem menggambarkan sosok tersebut memiliki wujud menyerupai boneka wayang berwarna merah pekat, namun dengan kondisi tubuh yang tidak utuh.
“Warnanya merah semua, tapi tidak ada kepalanya. Kepalanya seperti terpisah dari badan, tidak menyatu dengan leher. Kalau berjalan juga kelihatan aneh,” katanya.
Ia mengaku, penampakan itu tidak hanya sekali dua kali ia saksikan.
“Kalau saya pribadi, sudah lebih dari 15 kali melihat langsung. Bahkan pernah saya sorot pakai cahaya karena penasaran, dan memang terlihat jelas,” ungkapnya.
Selain kisah Jurig Merah, kawasan sekitar jembatan juga dipercaya menyimpan berbagai benda bertuah dan makhluk lain. Edem menyebut, banyak orang datang ke lokasi tersebut pada malam hari dengan tujuan tertentu.
“Ada yang datang bukan buat mancing ikan, tapi katanya nyari nomor atau keberuntungan. Katanya sering diajak ngobrol sama makhluk di situ kalau orangnya ‘punya kemampuan’,” ujarnya.
Dalam cerita yang berkembang, di sekitar jembatan juga dipercaya tersimpan mustika Merah Delima, batu wulung, hingga benda pusaka seperti golok dan keris. Bahkan, Edem menyebut adanya makhluk air berukuran raksasa yang hidup di dalam air sejenis sidat (lubang) besar di kolong jembatan.
“Di bawah jembatan itu ada lubang besar, penghuninya seperti ikan lubang atau sidat raksasa. Besarnya bisa seukuran ban truk. Kadang katanya bisa naik ke darat,” jelasnya.
Tak hanya itu, menurut kepercayaan warga, di bagian timur Sungai Cimandiri terdapat buaya buntung, sementara di sisi barat diyakini ada buaya berwarna kekuningan.
Meski sarat dengan kisah mistis, Edem menegaskan bahwa cerita-cerita tersebut merupakan bagian dari sejarah lisan dan kepercayaan masyarakat setempat yang telah hidup berdampingan dengan keberadaan Jembatan Kuning Bagbagan selama puluhan tahun.
“Ini bukan untuk menakut nakuti. Ini cerita yang sudah lama ada, bagian dari sejarah dan kepercayaan orang tua dulu,” pungkasnya.
NA















