SUKABUMI, Jumat 11 September 2026 -Aktivitas pembangunan kembali terlihat di wilayah utara Sukabumi. Kali ini giliran ruas jalan Pasapen yang mengarah ke Bantargebang di Kecamatan Bantargadung yang disentuh.
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi menurunkan tim dan alat untuk memulai pekerjaan pembuatan bahu beton. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan *Semangat Sukabumi: Mubarokah, Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah* melalui infrastruktur yang lebih layak.
Bahu Beton Jadi Solusi Penguatan Jalan Desa
Ruas Pasapen–Bantargebang selama ini jadi akses utama warga. Namun kondisi sisi jalannya sering labil. Saat musim hujan tiba, bagian tepi mudah amblas dan menggerus badan jalan.
Melihat kondisi itu, DPU Kabupaten Sukabumi bergerak cepat. Tim merancang penanganan berupa pembangunan bahu beton. Harapannya struktur jalan jadi lebih kuat dan usia pakai bisa lebih panjang.
Proyek ini tercatat dalam paket RK.103. Di lokasi sudah terpasang papan informasi. Tercantum Nomor SPK 000.3.2/03/SPK/RK.103/DPU/2026 dengan tanggal 24 Agustus 2026.
Untuk anggaran, pemerintah daerah menyiapkan dana Rp87.774.365,65. Dana itu bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026. Pelaksana yang ditunjuk adalah CV Bintang Mas.
Sesuai kontrak, tim memiliki waktu 40 hari kalender untuk menuntaskan pekerjaan. Artinya seluruh rangkaian pengecoran dan finishing ditarget selesai pertengahan Oktober mendatang.
Kualitas Jadi Prioritas Utama DPU
DPU tidak ingin proyek ini hanya selesai tepat waktu. Lebih dari itu, DPU menuntut hasil yang bermutu. Bahu beton harus mampu menopang beban dan melindungi badan jalan.
Guna memastikan hal itu, koordinasi di lapangan terus digencarkan. Tim teknis DPU rutin mengecek material, ukuran, dan metode pelaksanaan di lapangan.
Kepala DPU Kabupaten Sukabumi, Drs. Uus Firdaus, menegaskan arah kebijakan ini. Menurut beliau pembangunan jalan harus berdampak langsung pada masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur jalan terus kami dorong agar memberikan manfaat bagi masyarakat. Pelaksanaan pekerjaan harus memperhatikan kualitas, ketentuan teknis dan target waktu yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya kerja sama. Tanpa sinergi yang baik antara DPU dan penyedia jasa, target tidak akan tercapai. Oleh karena itu pengawasan menjadi agenda wajib setiap minggu.
Dengan standar seperti ini, DPU berharap setiap ruas yang diperbaiki tidak cepat rusak. Masyarakat pun bisa merasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
Pemantauan Harian Dilakukan Tim Lapangan
Agar pekerjaan berjalan sesuai rencana, DPU menugaskan Tim Pelaksana Kegiatan. Salah satunya adalah Erik. Tugasnya memantau progres dan menjembatani komunikasi dengan pelaksana.
Setiap hari Erik dan tim turun ke titik proyek. Mereka berdiskusi dengan pihak CV Bintang Mas. Mereka membahas kendala teknis, ketersediaan material, hingga penyesuaian jadwal.
“Koordinasi di lapangan terus kami perkuat bersama pihak pelaksana. Kami berupaya memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan ketentuan dan target yang telah ditetapkan,” ujar Erik.
Menurut Erik, komunikasi yang cair sangat membantu. Ketika ada masalah kecil di lapangan, tim langsung mencari jalan keluar. Dengan begitu pekerjaan tidak terhambat dan mutu tetap terjaga.
Langkah ini juga bagian dari transparansi. Masyarakat bisa melihat langsung proses pembangunan. Masyarakat juga bisa menyampaikan masukan jika diperlukan.
CV Bintang Mas Jalankan Amanah APBD
CV Bintang Mas mendapat kepercayaan mengerjakan proyek senilai Rp87,7 juta ini. Sebagai pelaksana, perusahaan wajib mengikuti spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan DPU.
DPU mengingatkan agar pekerjaan tidak sekadar kejar target. Mutu dan ketelitian harus diutamakan. Sebab dana yang digunakan adalah dana APBD. Dana itu berasal dari pajak dan retribusi masyarakat.
Karena itu tim pengawas DPU akan terus berada di lapangan. Setiap tahapan pengecoran akan dicek. Jika ada yang tidak sesuai, pelaksana wajib membongkar dan memperbaiki.
Pendekatan ini dilakukan agar hasilnya tidak mengecewakan. Pemerintah ingin memastikan setiap rupiah anggaran memberi dampak nyata.
Wujudkan Akses Jalan yang Aman dan Nyaman
Kehadiran bahu beton di ruas Pasapen–Bantargebang membawa harapan baru. Jalan akan terasa lebih aman, terutama saat dua kendaraan berpapasan. Pengendara motor juga tidak perlu lagi mepet ke tepi jalan yang rawan longsor.
Selain untuk keselamatan, bahu beton juga berfungsi melindungi badan jalan dari kikisan air. Dengan begitu perawatan jalan tidak perlu dilakukan berulang kali.
Proyek 40 hari ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah. Melalui DPU, pemerintah hadir menjawab kebutuhan infrastruktur dasar di desa.
Erik menutup dengan komitmennya.
“Yang paling penting pekerjaan dapat berjalan dengan baik, sesuai ketentuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengguna jalan. Koordinasi dan pengawasan akan terus dilakukan sampai pekerjaan selesai,” pungkas Erik.
Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari selesai atau tidaknya pekerjaan fisik. Yang lebih penting adalah kualitas dan manfaatnya.
Jika bahu beton ini dikerjakan dengan baik, maka ruas Pasapen–Bantargebang akan menjadi contoh. Jalan desa bisa kuat, aman, dan mendukung pergerakan ekonomi warga.
Inilah salah satu langkah kecil namun penting dalam mengimplementasikan *Semangat Sukabumi: Mubarokah, Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah* untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.














