Respons Cepat Pemerintah Pasca Gempa Nagekeo Diapresiasi Relawan dan Warga

banner 468x60

NAGEKEO, matasosial.com — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Posko Pengungsian Lapangan Berdikari, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu 26 Agustus 2026 menjadi angin segar bagi para pengungsi. Dua minggu setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang, warga dan relawan akhirnya bisa menyampaikan langsung kondisi di lapangan kepada orang nomor satu di Indonesia.

Di tengah tenda-tenda pengungsi dan dapur umum yang terus mengepul, apresiasi mengalir untuk langkah cepat pemerintah. Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Undana yang turun sebagai relawan menjadi saksi bagaimana bantuan mulai mengalir sejak hari pertama.

banner 336x280

Angelo, mahasiswa Undana yang sudah 2 hari di posko, melihat distribusi bantuan berjalan sistematis.

“Untuk penanganan dari pemerintah sendiri, seperti yang kami lihat, di sini pemerintah sudah cukup cepat mengambil tindakan. Seperti mendirikan posko bencana seperti ini,” kata Angelo.

Menurutnya, titik pengungsian tidak hanya di Lapangan Berdikari. Warga juga ditampung di posko dekat gereja dan masjid yang dibangun pemerintah daerah.

Sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah disebut Angelo menjadi kunci terpenuhinya kebutuhan dasar pengungsi.

“Jadi tanggapan kami setelah kami sampai langsung ke posko, kami melihat bahwa di sini pengungsinya sudah mendapatkan bantuan yang cukup dari TNI, Polri, maupun pemerintah setempat. Sehingga para pengungsi di sini tidak kekurangan air bersih serta pasokan makanan,” ujarnya.

Untuk konsumsi, dapur umum sudah beroperasi penuh. Pengungsi mendapat jatah makan 3 kali sehari, dari sarapan hingga makan malam yang disiapkan aparat.

*“Bantuan Cepat, Alhamdulillah”*

Hal senada disampaikan Arif, warga Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa. Rumahnya rata dengan tanah akibat gempa. Sejak hari pertama, ia bersama keluarga mengungsi ke atas gunung sebelum akhirnya pindah ke posko.

Di tengah kehilangan tempat tinggal, Arif bersyukur seluruh keluarganya selamat tanpa korban jiwa.

“Cepat kalau bantuan pemerintah, Alhamdulillah cepat. Kalau di keluarga tidak ada semua dibawa tidak ada korban, kalau rumah hancur semua,” kata Arif.

Istri Arif menambahkan, selama di pengungsian mereka tidak pernah telat makan.
“Biar tidak seperti ini. Biar bisa kami tinggal, terus sekarang ini rumah tidak bisa ditempati. Makanan Alhamdulillah masih bisa kami makan, bertahan sampai sekarang, Pak. Kalau makanannya baik. Kita makan tiga kali toh,” ucapnya.

Hingga saat ini fokus utama pemerintah bersama TNI-Polri dan relawan masih pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Tahap selanjutnya, pemerintah akan menyiapkan hunian sementara dan perbaikan infrastruktur terdampak gempa.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed