Satu Langkah Ikhlas, Seribu Pintu Berkah: Asep Japar Sukabumi Mubarokah  Menjawab Panggilan Nurani

Sukabumimubarokah

Info Bupati, News611 Views
banner 468x60

Sukabumi, Senin 08 September 2025. Di sudut Desa Cihelang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, berdiri sebuah rumah yang tak lagi mampu menyebut dirinya sebagai tempat tinggal. Biliknya rapuh, atapnya bolong, dan lantainya tak lagi menahan dingin malam. Di dalamnya, seorang janda tua bertahan. Ia tidak menuntut, hanya menunggu. Menunggu uluran tangan yang mungkin datang, mungkin juga tidak.

Video yang beredar di media sosial bukan sekadar dokumentasi. Ia adalah cermin yang memantulkan wajah kemiskinan yang tak bersuara. Rumah itu bukan hanya rusak secara fisik, tapi juga menjadi simbol dari sunyi yang terlalu lama dibiarkan sendiri.

banner 336x280

Meski Bupati Sukabumi belum dapat hadir langsung, semangat Sukabumi Mubarokah tetap bergerak. Tim dari pemerintah daerah menjejakkan kaki ke tanah yang retak, menatap bilik yang nyaris runtuh, dan mendengar suara yang selama ini hanya bergema di hati.

Dan dari ruang tanggung jawab, suara itu dijawab oleh Asep Japar, dengan nada yang tidak hanya birokratis, tetapi juga spirit Mubarokah:

“Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi merasa prihatin melihat kondisi rumah yang ada di Desa Cihelang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, yang sementara ini kurang layak untuk dihuni. Dan insyaallah dalam waktu dekat kami akan usulkan rumah tersebut untuk dibangun agar layak untuk dihuni. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi.”

Pernyataan itu bukan sekadar janji. Ia adalah doa yang dibungkus tanggung jawab. Dalam pandangan holistik Asep Japar, membangun Sukabumi bukan hanya soal beton dan anggaran, tetapi tentang menyentuh jiwa-jiwa yang selama ini hidup dalam diam. Ia percaya bahwa setiap warga, dari pemimpin hingga yang dipimpin, dari yang bicara di atas mimbar hingga yang diam di sudut mushola, berhak atas tempat yang layak untuk berteduh.

Rumah itu mungkin kecil, tapi maknanya besar. Ia mengingatkan kita bahwa pembangunan sejati bukan hanya terlihat dari gedung tinggi, tapi dari bilik sederhana yang kembali berdiri karena cinta dan kepedulian.

Satu Langkah Ikhlas, Seribu Pintu Berkah: Asep Japar Sukabumi Mubarokah Menjawab Panggilan Nurani.

Di bawah langit yang bocor, harapan itu menetes. Dan semoga, dari tetes itu tumbuh pohon kebaikan yang menaungi mereka yang selama ini hanya bisa menunggu.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed