Sudaryono Tegaskan Iklan Meta Rp200 Juta Pakai Uang Pribadi, Bukan APBN

MBG3 Views
banner 468x60

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membantah pakai anggaran negara untuk iklan di platform Meta. Karena itu, ia memberi klarifikasi terbuka. Pernyataan ini muncul setelah sorotan soal biaya boosting yang mencapai Rp200 juta pada Juni hingga September 2026.

Selain itu, Sudaryono menegaskan biaya tersebut berasal dari uang pribadi. Ia menyebut dana itu bukan dari anggaran dinas. Bahkan, ia memastikan tidak ada APBN yang terpakai untuk promosi tersebut.

banner 336x280

“Loh, salahnya apa? Saya boosting pakai uang saya sendiri, bukan pakai anggaran negara,” tegas Sudaryono.

Alasan Boosting Konten Program Pemerintah

Sementara itu, Sudaryono menjelaskan alasan di balik promosi konten tersebut. Ia ingin memperluas jangkauan informasi soal program pemerintah. Di sisi lain, ia melihat banyak informasi soal BGN beredar di media sosial.

Oleh karena itu, ia memilih memperluas konten positif agar publik mendapat informasi berimbang. Sebagai contoh, ia ingin masyarakat melihat kerja nyata pemerintah. Akibatnya, ia memutuskan melakukan boosting secara mandiri.

Menurutnya, media sosial menjadi ruang utama publik mencari informasi. Jadi, ia perlu memastikan informasi baik menjangkau lebih banyak orang. Namun, ia juga menyoroti munculnya informasi yang tidak sesuai fakta.

“Saya berkepentingan untuk bagaimana mensiarkan berita-berita yang baik itu, orang yang bekerja baik dibilang tidak baik, orang yang kerjanya sudah bagus itu kemudian difitnah,” kata Sudaryono.

Klarifikasi Soal Sumber Dana Pribadi

Selanjutnya, Sudaryono kembali menegaskan sumber dana promosi tersebut. Ia menyebut keputusan itu ia ambil sendiri. Dengan demikian, tidak ada kaitan dengan anggaran lembaga.

Ia juga mengaitkan langkah itu dengan kebutuhan komunikasi publik. Pasalnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian luas. Karena itu, BGN aktif menyampaikan kebijakan dan evaluasi program.

Di sisi lain, sorotan terhadap promosi digital muncul bersamaan dengan komunikasi pemerintah soal MBG. Bahkan, BGN dalam beberapa pekan terakhir gencar menyampaikan informasi lewat berbagai kanal.

Pada akhirnya, Sudaryono menilai promosi konten menjadi cara efektif memperluas jangkauan. Oleh sebab itu, ia memilih pakai dana pribadi untuk memastikan informasi positif sampai ke masyarakat.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed