Sukabumi di Usia ke-155: Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Ekologi sebagai Arah Pembangunan Jabar Istimewa yang Mubarokah

Sukabumimubarokah

News, Pemerintahan473 Views
banner 468x60

Sukabumi, Rabu 10 September 2025 — Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Sukabumi menjadi saksi peringatan Hari Jadi ke-155, sebuah momentum reflektif yang menandai perjalanan panjang daerah yang kaya akan nilai, budaya, dan semangat gotong royong. Rapat Paripurna ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, Wali Kota Sukabumi, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, serta perwakilan masyarakat dari berbagai lapisan.

Acara dimulai dengan pembacaan sejarah Kabupaten Sukabumi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Boyke Martadinata. Narasi ini menjadi pengingat bahwa Sukabumi bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang hidup yang tumbuh dari perjuangan, spiritualitas, dan kolaborasi lintas generasi.

banner 336x280

Capaian Pembangunan: Sukabumi Mubarokah dalam Aksi Nyata

Dalam pidatonya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa capaian pembangunan yang diraih merupakan buah dari kebersamaan antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat. Program-program prioritas yang telah digulirkan mencerminkan semangat Sukabumi Mubarokah—pembangunan yang tidak hanya fisik, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan sosial.

Beberapa program unggulan meliputi beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an, layanan kesehatan gratis, pemberdayaan pemuda dan perempuan, penguatan UMKM, pembangunan rumah layak huni, serta peningkatan infrastruktur strategis. Di sektor pariwisata, Geopark Ciletuh Palabuhanratu kembali mempertahankan status Green Card dari UNESCO Global Geopark, sebagai bukti komitmen terhadap konservasi dan wisata berkelanjutan.

“Semua capaian ini bukan hasil kerja pribadi, melainkan buah kebersamaan antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat,” tegas Bupati Asep Japar.

Jabar Istimewa: Ekologi sebagai Pilar Pembangunan Masa Depan

Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi dalam pidatonya menekankan pentingnya pembangunan berbasis ekologi sebagai ciri khas Jabar Istimewa. Ia mendorong Sukabumi untuk melakukan reboisasi bambu, yang dinilainya memiliki potensi besar sebagai bahan konstruksi ramah lingkungan sekaligus identitas arsitektur lokal.

“Jangan hanya terpaku pada kayu. Sukabumi bisa menjadi pusat desain berbahan bambu. Infrastruktur jalan, air bersih, tata ruang, hingga kawasan pantai harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti potensi besar Sukabumi dalam industri kopi, khususnya bersama Cianjur yang telah dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas. Menurutnya, pembangunan harus menempatkan alam sebagai bagian dari kehidupan, bukan sebagai objek eksploitasi.

“Mengurus alam bukan berarti melarat, justru menjadi jalan menuju kesejahteraan,” katanya.

Ia berharap, peringatan Hari Jadi ke-155 ini menjadi titik tolak bagi Sukabumi untuk meneguhkan diri sebagai daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga lestari secara lingkungan dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Tandang Sukabumi keur Jabar Istimewa nu Mubarakah

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan.

Tema yang diusung tahun ini, Tandang Sukabumi keur Jabar Istimewa nu Mubarakah, mencerminkan semangat daerah dalam menatap masa depan yang lebih sejahtera di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pariwisata.

“Capaian pembangunan Sukabumi tentu perlu diteruskan untuk keberlangsungan pembangunan Kabupaten Sukabumi yang mubarokah,” ujar Budi Azhar.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed