Sukabumi Mubarokah, Iis dan Keluarga Penuh Berkah, Kolaborasi Dewan Junajah dan Pemkab Sukabumi Menjawab Kebutuhan Rakyat

Sukabumimubarokah

Info Bupati, News337 Views
banner 468x60

Sukabumi — Di tengah rimbunnya hutan Gunung Tangkil, Kecamatan Cikakak, berdiri sebuah gubuk reyot berukuran 2×3 meter. Di sanalah Iis (43), seorang ibu dua anak, bertahan hidup dalam gelap, dingin, dan bocor. Malam-malamnya berlalu tanpa penerangan, lantai tanah menjadi alas tidur, dan sungai jauh menjadi satu-satunya tempat mandi. Namun, takdir berubah ketika kisah getirnya direspon Sukabumi Mubarokah.

Gerak cepat pun dilakukan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama DPRD tak tinggal diam. Dalam semangat Sukabumi Mubarokah yang menjunjung nilai kemanusiaan, keunggulan pelayanan, dan budaya gotong royong, evakuasi dilakukan. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Junajah Jajah Nurdiansyah, turun langsung, menjemput Iis dari gubuknya menuju hunian sementara yang lebih layak.

banner 336x280

Kini, Iis menempati rumah kayu sederhana dengan lantai semen, aliran listrik, dan kamar mandi. Bukan istana, tapi cukup untuk menghapus malam-malam kelam yang dulu ia lalui.

“Alhamdulillah, sekarang ada penerangan, ada kamar mandi, jadi tidak perlu lagi jalan jauh ke sungai,” ucap Iis dengan mata berkaca-kaca.

Hunian ini memang sementara, namun bagi Iis dan anak-anaknya, ini adalah titik awal. Putri sulungnya yang sempat putus sekolah kini bisa kembali belajar dalam suasana yang lebih tenang. Si bungsu pun tak lagi tidur di lantai becek yang menusuk dingin.

Junajah menegaskan, ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pembangunan masa depan yang lebih bermartabat.

“Hunian ini sementara. Kami sudah sepakati bersama Pemkab, tanah untuk rumah permanen disiapkan, pembangunan ditargetkan segera,” tegasnya.

Langkah ini bukan hanya soal bangunan, tapi tentang nilai. Tentang bagaimana pemerintah dan wakil rakyat bersinergi dalam kemanusiaan, sesuai arahan Bupati Sukabumi H. Asep Japar, yang terus mendorong pelayanan publik yang menyentuh hati dan menjunjung keberkahan.

Warga sekitar menyambut hangat langkah tersebut. Mereka melihat perjuangan Iis sebagai simbol keteguhan seorang ibu yang tak menyerah di tengah keterbatasan.

“Kalau dulu tiap hujan selalu kebasahan, sekarang insyaallah lebih tenang. Semoga rumah permanennya cepat berdiri,” ujar salah seorang warga.

Bagi Iis, hunian sementara ini adalah jawaban sementara dari doa panjangnya. Namun harapannya belum selesai. Ia masih menggantungkan impian besar: agar pendidikan anak-anaknya berlanjut, agar masa depan mereka tak sekelam masa lalunya.

Di tengah langkah-langkah kecil yang penuh makna, Sukabumi terus bergerak. Maju dalam pelayanan, Unggul dalam kepedulian, Berbudaya dalam tindakan, dan Berkah dalam niat. Dan di antara semua itu, ada satu nama: Iis, yang kini tak lagi hidup dalam gelap, anaknya pun segera masuk sekolah lagi.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed