Sungai Cidadap Mengamuk, 16 Rumah Hanyut, Bencana Landa 9 Kecamatan Di Sukabumi

Sukabumimubarokah

INFO BENCANA76 Views
banner 468x60

Sukabumimubarokah.id,  – Cuaca ekstrem kembali menimbulkan bencana di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan selama beberapa hari terakhir menyebabkan serangkaian kejadian banjir dan tanah bergerak di sejumlah kecamatan.

Hingga pertengahan pekan ini, aparat gabungan masih disiagakan untuk menangani dampak bencana sekaligus mengevakuasi warga yang terdampak paling parah.

banner 336x280

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan bahwa sedikitnya sembilan kecamatan mengalami gangguan serius, mulai dari rusaknya rumah warga, terputusnya jalur transportasi, hingga lumpuhnya jaringan irigasi pertanian.

Sejak laporan awal diterima, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan akses vital.

Di beberapa wilayah seperti Warungkiara, simpenan, Ciemas, Cibadak, Cikembar, dan Jampang Tengah, longsor terjadi di berbagai titik dan mengakibatkan rumah rusak serta jalan desa maupun kabupaten tidak dapat dilalui. Infrastruktur penting seperti jembatan dan saluran irigasi juga dilaporkan mengalami kerusakan berat, sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat.

Kecamatan Simpenan menjadi salah satu wilayah dengan kondisi paling mengkhawatirkan.

Selain banjir yang merendam puluhan rumah dan menghilangkan rumah tergerus sungai cidadap, arus air yang deras menyebabkan 16 bangunan tempat tinggal hanyut dan memaksa penghuninya mengungsi.

Beberapa kampung di Desa Cidadap dan Desa Cibuntu dilaporkan terendam cukup tinggi, memutus akses keluar masuk permukiman.

Perkembangan Terbaru 17 Desember 2025

Memasuki Rabu (17/12/2025), upaya penyelamatan ditingkatkan setelah banjir kembali meninggi di Kecamatan Simpenan.

Sebanyak 20 kepala keluarga di Kampung Cisarua, Desa Cidadap, dilaporkan terisolasi total akibat luapan sungai yang menutup seluruh jalur darat.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah daerah atas arahan Wakil Bupati Sukabumi langsung mengerahkan tim evakuasi melalui jalur air.

Camat Simpenan, Supendi, menjelaskan bahwa posisi permukiman warga yang berada diapit aliran sungai membuat evakuasi darat tidak memungkinkan.

Debit air yang berasal dari wilayah hulu Sungai Lengkong menyebabkan arus mengalir dari dua sisi sekaligus, menjebak warga di tengah genangan.

Sebagai langkah darurat, Forkopimcam Simpenan bersama BPBD, Basarnas, Satpolairud Polres Sukabumi, serta unsur TNI dan Polri menurunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga.

Selain proses penyelamatan, bantuan kebutuhan pokok dan layanan kesehatan juga disiapkan untuk mencegah krisis logistik dan gangguan kesehatan di lokasi terisolasi.

Tim penyelamat dilaporkan telah bergerak menuju Kampung Cisarua dan menyesuaikan proses evakuasi dengan kondisi arus sungai.

Pemerintah menargetkan seluruh warga dapat dievakuasi ke lokasi aman secepat mungkin.

Hingga Rabu sore, hujan masih turun di sejumlah wilayah Sukabumi bagian selatan. Pemerintah daerah kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan serta segera mengungsi apabila situasi memburuk.

NA

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed